KISAH DARI
EROPA
Once upon a time……
Di sebuah benua bernama
Eropa, konon terdapat sebuah kisah yang menakjubkan.
Dahulu kala, terdapat seorang anak yang sangat terkenal bodoh di
sekolahnya. Bahkan guru-gurunya pun
sampai geleng kepala kewalahan. Bocah itu amat bodoh hingga mereka pusing tujuh
keliling. Dari semua murid yang mereka ajari, belum pernah ada murid yang
sebodoh ini. Anak itu tidak bisa mengikuti sedikit pun pelajaran yang
disampaikan oleh guru-gurunya. Akhirnya, para guru pun sepakat untuk melakukan
sesuatu terhadap anak tersebut agar tidak memalukan reputasi sekolah itu.
Pada suatu hari, bocah tersebut dipanggil oleh gurunya. Si guru
menyerahkan sebuah surat, yang katanya surat itu untuk ibu si bocah tersebut.
Ia pun pulang tanpa menaruh kecurigaan apapun. Sesampainya di rumah, dia
memberikan surat itu kepada ibunya. Setelah ibunya selesai membaca, ia
menangis. Tanpa tahu apapun, si bocah menjadi bingung. Ia bertanya-tanya dalam
hati,”Kenapa ibu menangis?”
Sungguh remuk hati si ibu, karena di surat itu dikatakan bahwa
anaknya mengalai keterbelakangan berpikir dan dengan hormat dimohon untuk
mengundurkan diri dari sekolah agar tidak mempengaruhi perkembangan murid-murid
yang lain.
Kebetulan sang ibu ini bukan jenis wanita yang hanya menangis meratapi
keadaan. Ia termasuk wanita yang punya prisip. Sang putranya dikatakan demikia,
dia mencoba sabar dan mengambil keputusan. Dia bertekad saat itu juga, jika
sekolah biasa tidak mempi mendidik anaknya, maka dia sendiri yang akan mendidik
putranya!
Tahun demi tahun berlalu. Si anak tumbuh menjadi dewasa dan pada
akhirnya menemui ajalnya. Hebatnya, pada tanggal kematiannya, 18 Oktober 1931,
masyarakat Amerika serentak memadamkan lampu di rumah masing-masing untuk
menghormati kematian orang itu. Tahukah kamu siapa anak malang tadi? Dialah
sang penemu bola lampu, yang namanya dikenang sepanjang zaman ! dialah Thomas
Alva Edison.
Walaupun orang – orang mencibir dan meremehkannya, sampai-sampai
mengatakan bahwa penelitiannya itu telah gagal karena sudah 900 lebih
percobaannya tidak menampakkan hasil, Thomas tidak pernah putus asa dan
menyerah. Ia bilang,” Semakin sering percobaanku gagal semakin banyak aku
menemukan cara yang salah dalam percobaan! Dan aku tak akan mengulangi
kesalahanku yang dulu-dulu!”
Ia yakin suatu saat ia akan menemukan percobaan yang tepat.
Dan akhirnya, ia membuktikannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar