Kamis, 11 Oktober 2012

motivasi



KISAH DARI EROPA

Once upon a time……
Di sebuah benua bernama  Eropa, konon terdapat sebuah kisah yang menakjubkan.
Dahulu kala, terdapat seorang anak yang sangat terkenal bodoh di sekolahnya.  Bahkan guru-gurunya pun sampai geleng kepala kewalahan. Bocah itu amat bodoh hingga mereka pusing tujuh keliling. Dari semua murid yang mereka ajari, belum pernah ada murid yang sebodoh ini. Anak itu tidak bisa mengikuti sedikit pun pelajaran yang disampaikan oleh guru-gurunya. Akhirnya, para guru pun sepakat untuk melakukan sesuatu terhadap anak tersebut agar tidak memalukan reputasi sekolah itu.
Pada suatu hari, bocah tersebut dipanggil oleh gurunya. Si guru menyerahkan sebuah surat, yang katanya surat itu untuk ibu si bocah tersebut. Ia pun pulang tanpa menaruh kecurigaan apapun. Sesampainya di rumah, dia memberikan surat itu kepada ibunya. Setelah ibunya selesai membaca, ia menangis. Tanpa tahu apapun, si bocah menjadi bingung. Ia bertanya-tanya dalam hati,”Kenapa ibu menangis?”
Sungguh remuk hati si ibu, karena di surat itu dikatakan bahwa anaknya mengalai keterbelakangan berpikir dan dengan hormat dimohon untuk mengundurkan diri dari sekolah agar tidak mempengaruhi perkembangan murid-murid yang lain.
Kebetulan sang ibu ini bukan jenis wanita yang hanya menangis meratapi keadaan. Ia termasuk wanita yang punya prisip. Sang putranya dikatakan demikia, dia mencoba sabar dan mengambil keputusan. Dia bertekad saat itu juga, jika sekolah biasa tidak mempi mendidik anaknya, maka dia sendiri yang akan mendidik putranya!
Tahun demi tahun berlalu. Si anak tumbuh menjadi dewasa dan pada akhirnya menemui ajalnya. Hebatnya, pada tanggal kematiannya, 18 Oktober 1931, masyarakat Amerika serentak memadamkan lampu di rumah masing-masing untuk menghormati kematian orang itu. Tahukah kamu siapa anak malang tadi? Dialah sang penemu bola lampu, yang namanya dikenang sepanjang zaman ! dialah Thomas Alva Edison.
Walaupun orang – orang mencibir dan meremehkannya, sampai-sampai mengatakan bahwa penelitiannya itu telah gagal karena sudah 900 lebih percobaannya tidak menampakkan hasil, Thomas tidak pernah putus asa dan menyerah. Ia bilang,” Semakin sering percobaanku gagal semakin banyak aku menemukan cara yang salah dalam percobaan! Dan aku tak akan mengulangi kesalahanku yang dulu-dulu!”
Ia yakin suatu saat ia akan menemukan percobaan yang tepat.
Dan akhirnya, ia membuktikannya.

AKU JATUH CINTA

Aku jatuh cinta
Namun, bergulirnya masa,
cinta itu jauh, membuatku jatuh

Aku jatuh cinta
Namun, berlalunya bahu,
cinta itu menghitam, membuatku padam

Aku
Bersyukur bersujud terharu,

Karena, aku jatuh cinta

Aku
Duduk terjatuh terluka
Karena, aku jatuh cinta

Siapa dia?
Beraninya membuatku gembira
Siapa dia?
Beraninya membuatku terluka

Tapi.......

Minggu, 02 September 2012

DI LAUT BIRU




Berselancar. Mengarungi lautan yang tak bertepi…….
Diriku jatuh. Tergenang lumpur, cucuran perih…
Mengharap, mendoa,   jatuh dan berdiri…..

Di sana….
Alunan nada mengguncang jiwa.
Mendorong, menarik, menjatuhkan…..

Aku,
Dengan nama…….
Bangun dan menggapainya…
Tapi apa?
Jatuh.
By: Nem

Sabtu, 01 September 2012

ANDAI BERANDAI

Andai………
andai tak kucintai mereka,
mungkin tak kan kurasakan pahitnya,
perpisahan ini pada akhirnya.…

Menghadap mereka,
membangunkan kesakitan,
peluh kepedihan,
akan kesendirian,
akan perpisahan,,,,,,
akan kehilangan…
jiwa-jiwa lembut perkasa
mereka…

Andai……
kenangan yang kupunya adalah kesedihan,
mungkin kan bahagia ku sekarang,
karna ku lepas…
karna ku bebas….

Namun,
kenangan yang kupunya adalah kebahagiaan!
dan kini….
Yang datang tinggallah kesedihan,
karna ku lepas…
karna terhempas….

By: Nem


Untuk teman-temanku SIGMA…..
Untuk kebaikan, keceriaan, persahabatan, kebahagiaan, dan segala goresan warna yang telah kalian lukis dalam kertas jiwaku……….

Terimakasih….
Karna tlah mendewasakanku, si bocah ini….

Terimakasih….
Sangat berterimakasih……

Kamis, 23 Agustus 2012

AKU DALAM LILIN



Aku menangis, aku mengais.
Aku mengais, menangis,
Aku mengais…

Bagaimana tak menangis?
Bagaimana aku tak mengais?
Melihatmu, punggung yang lurus itu.
Kupungut  puing yang kucoba hilangkan.

Di sini, berdiri diriku, melengkung, mengais…
Di sana, berdiri dirimu, tegap, tegar…

Hmm,, memori ini tua,
Delapan belas tahun usianya,
Tak datang pengharapan yang menjejak,
Tak hinggap fikir yang cemerlang, maju ke hadapan.

Aku, kusorakkan unjuk gigi, bagi diri-diri yang lesu,
Mengharap panah yang tak pernah tembus.
Aku, kuhidupkan hitam kelam malam,
Bagi diri-diri yang haus rasa.


Apa ini kau?
Tak perlu, karena ini aku.
Begitu panas, begitu dingin, begitu pusing.
Aku, di ombang-ambing masa ini, remaja, saat tumbuh cinta.

Apa ini aku?
Tak sanggup, karena kau tak ada.
Begitu linglung, begitu bingung, begitu hitam.
Tak ada bayangan, tak ada pegangan, karena kau tak ada.

Ahh, meleleh
Mata air ini meleleh
Tiada arti, pun tiada hasil
Aku, sendiri, menyendiri, sendiri
Aku menyala sendiri, redup, mati  sendiri

Aku ini apa?
Hanya lilin saja.
Dan kau ini siapa?
Kau matahari nyata.


By: Nem

Aku bermimpi






Di mana aku berada
Aku mengigau
Mengira diriku tlah jatuh cinta
Mengira hidupku kan bahagia
Dengannya,

Jarak menyadarkanku
Membukakan keran kerakku
Dan menjauhkannya
Bayangan hanya.

Bila harus kulukiskan
Kan kulukis dia bulan
Kupandang dalam kegelapan
Kuraih, dan datang kegagalan

Bagaimana aku mengkiaskannya
Kesedihan ini yang tak terkira
Jatuhkan aku tangga
Aku nelangsa,

                                                                                                                                                 By: Nem